yuswae

Friday, August 04, 2006

Megawati: Tersenyum dan Menangislah


Tersenyum dan menangislah. Ini bukan judul lagu pop yang banyak mengumbar dan menonjolkan arti cinta ala remaja kita. Bukan pula bagian sajak Kahlil Gibran. Tetapi dua hal itu, setidaknya menurut saya, yang selala ditonjolkan oleh Anak kedua dari Proklamator dan Presiden Pertama RI itu selama dia memimpin republik ini.

Sejak menggantikan Gus Dur, menangis dan tersenyum adalah dua sisi yang dominan dalam gaya kepemimpinan Megawati. Dia menangis ketika ada bencana di negeri ini. Ketua Umum PDIP ini biasanya tersedu sedan di depan kamera, di depan publik. Kesannya pengen menonjolkan rasa haru dan empati kepada rakyatnya yang terkena bencana..begitu. Sampai lupa bagaimana menyelesaikan rehabilitasi pascabencana.

Mega tersenyum. Ya, dia tersenyum selalu. Kadang tanpa sebab yang jelas. Aneh? Mungkin. Karena cita rasa humor anak buahnya di kabinet? ah mosok.. Akibat polah anak-anaknya di Partai? bisa jadi. Soalnya, wakil-wakil kita dari PDIP di parlemen memang punya selera humor cukup tinggi...

Mega, tersenyumlah! Jangan perlihatkan tampang merengut. Tidak perlu mengumbar omongan. Diam dan tersenyumlah! Kira-kira begitulah bisikan dari penasehat presiden kita yang satu ini ketika mendapat kritikan tajam dari rival politiknya.

Mega, tersenyumlah! Tapi tidak usah pikirin mau nyalon lagi pada pemilu mendatang. Cukup sampai disini. Tangis dan senyummu sudah tercatat dalam sejarah republik ini.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home